7 Cara Melatih Anak Agar Mandiri Dan Berani

Melatih Anak Agar Mandiri

0 5

Melatih Anak Agar Mandiri – Pada umumnya anak kecil biasanya pemalu dan sering berlindung di balik punggung orangtuanya. Namun karakter ini bisa anda latih agar mereka menjadi lebih mandiri dan berani saat menjalani aktivitasnya di sekolah maupun saat bergaul dengan teman sebayanya. Inilah 7 cara melatih anak agar berani dan mandiri.

  1. Tanamkan pikiran positif

static.vix.com

Sebagai orangtua, anda harus terus memberikan respon yang positif dan membangun agar mereka lebih percaya diri dan berani dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Jika si kecil bercerita hal buruk yang menimpanya, anda harus terus menanamkan pikiran positif terhadap si kecil bahwa semua masalah pasti berlalu dan ia mampu melewatinya.

  1. Berilah si kecil contoh

s-i.huffpost.com

Agar ia bisa mandiri dan berani, anda juga harus memberikan contoh kepada si kecil Seperti setelah makan cuci piring, ajak si kecil untuk turut serta dalam membantu anda melakukan pekerjaan ringan yang sekiranya ia pun bisa melakukannya. Agar ia terbiasa melakukan segala kegiatan hariannya sendiri.

Dan jangan sampai anda menasehati si kecil namun anda tidak melakukannya. Seperti anda menyuruhnya tidur jangan larut malam, namun anda sendiri tidur menjelang pagi. Jika si kecil melihat contoh seperti ini, maka ia akan merasa anda tidak adil. Menasehati orang lain bisa, namun tidak bisa menjalankannya sendiri.

  1. Berikan ia kepercayaan

www.seangrover.com

Biasanya karena terlalu sayang terhadap anak, kita akan melarangnya melakukan sesuatu yang menurut kita akan melukainya. Namun, hal seperti itu bisa merusak karakter dan tumbuh kembang si kecil. Selagi itu masih di dalam batas kewajaran seperti bermain bola, lari-larian, bermain sepeda, bermain sesuatu yang kotor dan berbagai kegiatan di luar rumah lainnya.

Jangan selalu melarangnya untuk melakukan sesuatu yang menurut anda tidak baik, karena terkadang anak harus mengeksplorasi lingkungan sekitar, agar ia bisa belajar dari alam bersama dengan teman-temannya. Tugas anda sebagai orangtua yaitu selalu mendukungnya, mengawasinya dan memberikan kepercayaan terhadapnya.

  1. Jangan dipaksa

www.thetechedvocate.org

Jangan memaksa anak untuk cepat menguasai segala sesuatu yang telah anda ajarkan kepadanya. Karena itu hanya membuat si kecil tertekan dan lebih menutup diri dari sebelumnya. Jangan memberikan kritikan negatif kepada si kecil, anda harus tetap mendampingi dan menyemangatinya. Karena segala sesuatunya butuh proses dan kesabaran agar si kecil pun tidak merasa tertekan.

  1. Tanamkan cara berpikir yang kritis

momandhappy.com

Jangan berikan banyak kesempatan anak anda untuk terus manja. Manja batas wajar masih bisa di toleransi, namun jikasegala aktivitas yang dia lakukan harus terus di dampingi orangtua, ini yang tidak bisa di toleransi. Jika anak anda memiliki masalah atau bertengkar dengan temannya, anda tidak usah membelanya selagi mereka tidak bertengkar fisik. Biarkan ia membela dirinya sendiri dan mengolah berbagai macam persoalan yang ia hadapi agar memiliki kemampuan berpikir kritis.

  1. Tanamkan jiwa pemimpin

www.thefoundrycommunity.com

Anda haruss mennanamkan jiwa kepemimpinannya sejak dini, dengan hal-hal sederhana seperti memberinya semangat untuk menjadi pemimpin kegiatan di sekolahnya, memimpin doa saat makan malam bersama di rumah dan beberapa hal sederhana lainnya. Jika sekali, dua kali ia menerima tawaran anda, bisa jadi seterusnya ia akan terbiasa dan berani memimpin segala sesuatu yang dibutuhkan di lingkungannya.

  1. Menjalin komunikasi

www.eatright.org

Sesibuk apapun anda, komunikasi dengan anak harus tetap terjalin. Karena anda adalah ruang baginya untuk tempat mengadu, berkelu kesah, berbagi cerita bahagia dan lainnya. Biasanya jika anda terus meluangkan waktu untuknya, maka ia pun akan meluangkan waktunya untuk anda walaupun hanya sekedar memanggil manja. Namun jika si kecil sudah merasa tidak diperdulikan, makan ia akan menjauhi anda dan sulit untuk mendekatinya kembali.

Tetap semangat ya untuk membentuk karakter mandiri dan berani bagi si kecil. Karena tumbuh kembang si kecil tetap bergantung kepada kedua orantuanya. Dengan bagaimana cara orangtua memperlakukan dan memperhatikan dirinya.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.